- March 17, 2023
- Ari Harianto
- 0
Jember, Jawa Timur (ANTARA) – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara produsen dan eksportir kopi paling besar di dunia, karena beragam jenis kopi spesial yang ditawarkan dan memiliki cita rasa yang unik.
Tidak heran banyak petani yang beralih menanam kopi karena komoditas tersebut cukup menjanjikan dan menjadi salah satu komoditas andalan dalam sektor perkebunan di Indonesia.
Ketertarikan menanam kopi juga dilakukan oleh para petani Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, yang menanam kopi di wilayah lereng Pegunungan Ijen dan kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi berkualitas unggul di Jawa Timur.
Saat ini banyak petani yang tidak hanya menjual biji kopi saja, namun mereka mengolah biji kopi tersebut menjadi bubuk kopi yang siap saji, sehingga lebih banyak digemari konsumen.
Namun, proses pengolahan kopi dari biji menjadi kopi bubuk siap saji menyisakan limbah, yakni sisa kulit kopi, dan jumlahnya pun tidak bisa dibilang sedikit karena mencapai 39 persen dari total produksi.
Selama ini limbah kulit kopi hanya dimanfaatkan sebagai pupuk oleh petani, namun dengan berkembangnya produksi kopi, maka jumlah limbah kulit kopi yang semakin meningkat berpotensi menjadi masalah.
Kulit kopi itu bersifat asam sehingga dalam jumlah banyak tentu tidak bagus bagi kondisi tanah dan air, bahkan ketika limbah kulit kopi dibuang ke sungai, maka dampaknya akan mencemari lingkungan, hingga merusak biota sungai.
Melihat fenomena itu, dosen dan peneliti dari Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (Unej) Dr Soni Sisbudi Harsono, M.Eng. M.Phil mencoba untuk mencari solusi dari limbah kulit kopi yang biasanya ditumpuk begitu saja di kebun atau di tepi aliran sungai.
Berdasarkan riset yang dilakukannya, limbah kulit kopi bisa diolah menjadi sumber bahan bakar alternatif terbarukan, berupa biopellet (jenis bahan bakar padat berbasis limbah biomassa berbentuk pelet yang memiliki ukuran lebih kecil dari briket).
Dengan pelatihan pembuatan biopellet dan kompor biomassa yang dilakukan oleh tim peneliti FTP Unej diharapkan dapat mengurangi limbah sekaligus mengurangi ketergantungan warga terhadap minyak tanah atau elpiji untuk memasak kebutuhan sehari-hari.
Diharapkan di Desa Sukorejo akan terwujud kemandirian energi yang didapat dari limbah kulit kopi yang tersedia cukup melimpah dan dapat menjadi usaha bagi warga untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2023

